Renungan Untukmu Duhai Pemuda

1 06 2010

Suatu hari seorang sahabat saya pergi ke rumah orang jompo atau lebih terkenal dengan sebutan panti werdha bersama dengan teman-temannya di salah satu Tepat di Makasar. Kebiasaan ini mereka lakukan untuk lebih banyak mengenal bahwa akan lebih membahagiakan kalau kita bisa berbagi pada orang-orang yang kesepian dalam hidupnya.

Renungan

Ketika teman saya sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba mata teman saya tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil menatap kedepan dengan tatapan kosong.

Lalu sang teman mencoba mendekati opa itu dan mencoba mengajaknya berbicara. Perlahan tapi pasti sang opa akhirnya mau mengobrol dengannya sampai akhirnya si opa menceritakan kisah hidupnya.

Si opa memulai cerita tentang hidupnya sambil menghela napas panjang. Sejak masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang baik untuk keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya cintai. Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal dirumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus.

Demikian pula dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai keluar negeri dengan Biaya yang tidak pernah saya batasi. Akhirnya mereka semua berhasil dalam sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam berkeluarga.

Tibalah dimana kami sebagai orangtua merasa sudah saatnya pensiun dan menuai hasil panen kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia menemani saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena sakit yang sangat mendadak. Lalu sejak kematian istri saya tinggallah saya hanya dengan para pembantu kami karena anak-anak kami semua tidak ada yang mau menemani saya karena mereka sudah mempunyai rumah yang juga besar. Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saat saya memerlukan nya.

Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar melalui telepon. Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan kalau dia akan menjual rumah karena selain tidak effisien juga toh saya dapat ikut tinggal dengannya. Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya karena toh saya juga tidak memerlukan rumah besar lagi tapi tanpa ada orang-orang yang saya kasihi di dalamnya. Setelah itu saya ikut dengan anak saya yang sulung.

Baca entri selengkapnya »





Aku adalah diriku yang Sukses

1 06 2010

aku

Di dalam proses kehidupan kita sebagai manusia, lebih-lebih bagi kita yang hidup di masyarakat luas dan yang sedang berjuang keras dalam menciptakan kualitas kehidupan yang lebih baik, sering kali dalam berhubungan dengan orang lain,kita menemui baik atau buruk dari perlakuan orang lain terhadap diri kita,sebaliknya kita terhadap orang lain, atau kita terhadap diri kita sendiri dan mereka terhadap mereka sendiri. Sikap-sikap demikian adalah hal yang sangat wajar dan alamiah sekali yang dapat terjadi pada hubungan antar munusia bagi siapa saja, kapan dan dimanapun kita berada.

Namun bila kita sadar sebagai manusia yang mempunyai pikiran sehat, yang dapat membedakan sikap mana yang baik dan buruk , mana yang positif dan negatif, mana yang konstruktif, dan destruktif, sikap mana yang bisa menyinggung , menyakiti dan sikap mana yang bisa menyenangkan orang lain,mana yang perlu dipertahankan, dipelihara dan dikembangkan terus menerus.

Sebagai manusia yang dapat mengerti, menyadari dan dapat berpikir jernih,jelas kita harus bisa memilih dan berani menentukan sikap, dengan segenap tenaga, waktu dan pikiran untuk tetap mengembangkan diri semaksimal yang dapat dilakukan dalam garis prinsip yang lebih baik dan positif.

Sepantasnya pula setiap saat untuk menyadari dan mengingatkan kita agar tetap tegar, berani, sabar dan ulet dalam menghadapi setiap problem, rintangan, kesulitan yang muncul, baik yang datang dari luar diri kita (external) , lebih-lebih yang datang dari dalam diri kita sendiri (internal). Kita harus mempunyai prinsip yang kuat dan mempunyai ketegasan terhadap diri sendiri.

Manusia itu sudah ditakdirkan untuk menjadi berbeda-beda bahkan pada anak kembar sekalipun. Jadi jangan pernah sekalipun berikap latah meniru-niru apa yang dilakukan orang lain untuk mencapai kesuksesan.

Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk menjadi yang terbaik. Cara pertama adalah dengan menjatuhkan semua orang yang lebih baik dari kita, sehingga pada akhirnya kita menjadi yang terbaik. Cara kedua adalah dengan meningkatkan kualitas diri kita, sehingga kita bisa naik tingkat dan melebihi orang-orang yang lebih baik dari kita, dan pada akhirnya menjadi yang terbaik juga.

Cara mana yang kita pilih?

Ada sebagian orang yang tidak suka ketika melihat orang sukses, orang yang lebih baik dari diri mereka. Mereka merasa iri kepada orang-orang sukses tersebut. Mereka akan menjelekkan orang-orang sukses tersebut dan banyak membuat alasan untuk membenarkan diri mereka. Ada dua respon dari orang-orang dengan tipe ini. Respon pertama adalah mereka tidak akan pernah mau menjadi orang sukses (karena mereka tidak mau dipandang jelek… Ingat, mereka mengidentikkan sukses dengan sesuatu yang jelek). Respon kedua adalah mereka akan memilih cara pertama untuk mencapai sukses. Mereka akan berusaha untuk menjatuhkan sebanyak mungkin orang dan mendapatkan kepuasan dari kegagalan orang lain.

Sementara itu, ada pula sebagian orang lain yang menjadi terinspirasi ketika melihat orang sukses. Mereka akan belajar dari orang-orang sukses tersebut. Mereka termotivasi untuk terus mengembangkan diri mereka agar mereka dapat menjadi yang terbaik. Mereka adalah orang-orang yang memilih cara kedua untuk mencapai sukses.

Baca entri selengkapnya »