Mari Kita Sosialisasikan Bank Syariah!

28 05 2010

Kita akui bahwa Bank Syariah dinegri ini belum sepopuler bank konvensional. Hal ini terkait dengan tingkat profesionalisme bankir dan pengetahuan masyarakat itu sendiri, padahl manfaat dan maslahatnya sangat luar biasa, dunia akhirat. Makanya perlu menangglangi dan melakukan proses sosialisasi yang gencar dan aktif. Ini adalah salah satu gerakan dakwah juga akan kemaslahatn sistem ekonomi islam. Apalagi negeri ini mayoritas muslim, jadi perlu grakan penyadaran pemahaman.

bank syariah

Beberapa cara yang bisa di tempuh oleh setiap kita adalah:

  • idealnya sosialisasi perbankan syariah dilakukan sebanyak 5 juta kali dalam setahun. Asumsinya, jumlah masjid di Indonesia sekitar 600.000 buah. Jika dalam setahun hanya 1 kali sosialisasi di tiap masjid, maka dibutuhkan 600.000 kali sosialisasi.
  • Sosialisasi juga mutlak dilakukan berkali-kali dalam setahun kepada majlis ta’lim ibu-ibu yang tersebar di seluruh Indonesia. Ingat, hampir di setiap desa dan kelurahan terdapat majlis ta’lim ibu-ibu, jumlahnya ratusan ribu majlis ta’lim ibu-ibu.
  • sosialisasi terhadap pesantren yang jumlahnya mencapai 15.000. buah yang tersebar di Indonesia. Jika dalam setahun hanya dilakukan 1 kali kegiatan sosialisasi, maka dibutuhkan 15.000 kali sosialisasi. Sosialisasi juga harus dilakukan kepada seluruh seluruh Perguruan Tinggi, tidak saja kepada fakultas ekonomi dan fakultas syariah tetapi juga ke seluruh civitas akademika, biro rektor dan sebagainya.

Tidak hanya itu, perguruan tinggi islam yang tersebar di sluruh plosok negri, mesti mesti mencetak calon2 bankir yang handal dan memiliki integritas islam yang mantap .sehingga mampu menjadi bankir yang profesional d bidangnya agar tercipta suatu keseimbangan sistem d dalam perbankan syariah, di samping pelayanannya bagus tapi juga memliki integritas dan profesional dan bermanfaat bagi seluruh manusia.

Jika gerakan edukasi dan sosialisasi dilakukan secara optimal dan tepat, maka negeri ini akan di jamin aman dan sejahtera, terhindar dari riba. mari stiap kita mensosialisasikan bank syariah, agar mampu bangkit menjawab tantangan peradaban kapitalistik hari ini, bahwa islam juga mampu membangun peradaban.

http://ib-bloggercompetition.kompasiana.com/2010/05/25/mari-kita-sosialisasikan-bank-syariah/





Bank Syariah adalah Bank Rakyat Indonesia dan Dunia !

22 05 2010

Salah satu bentuk betapa  bermanfaatnya Sistem Islam adalah adalah terbuktinya sistem perbankan islam yang mampu menciptakan suasana yang proporsioanal dan mandiri, tanpa ada pengaruh ataupu tekanan sistem global sebagaimana yang terjadi pada bank-bank konvensional. Di dalam islam tak dikenal bunga uang (riba). Penduduk Indonesia kurang lbh 200 juta dan mayoritas muslim. Namun, dari sekian bnyak rakyat indonesia ini, hanya sebagian kecil yang paham dan rela akan keunggulan sistem perbankan, padahal manfaatnya sangatlah besar. Tidak hanya bermanfaat bagi diri pribadi, tetapi dapat menularkan kesejahteraan perbankan islam dengan metode bagi hasil, karena secara sederhana prinsipnya adalah Untung d tanggung bersama, rugi pun di tanggung bersama-sama.

bank syariahSaya pribadi adalah Nasabah Bank Muamalah Cabang Makasar. Walaupun belum begitu lama menabung di sana kurang lebih baru setahun ini,rasanya saya hidp di masa keemasan islam dengan rahmatnya.Tak sabar rasanya ketika Bank-bank Syariah di negeri ini menjamur di seluruh pelosok daerah Indonesia.

Perbankan syari’ah mempunyai potensi dan prospek yang sangat bagus untuk dikembangkan di Indonesia . Prospek yang baik ini setidaknya ditandai oleh 4hal:

Pertama, Jumlah penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam merupakan pasar potensial bagi pengembangan bank syari’ah di Indonseia. Sampai saat ini, pangsa pasar yang besar itu belum tergarap secara signifikan. Data terbaru dari “Kantor Berita Ekonomi Syariah” menunjukkan bahwa market share perbankan syari’ah di Indonesia  baru bergerak sekitar 5 %, . Ini menunjukkan bahwa market share bank syari’ah masih sangat besar . Baca entri selengkapnya »





Alat Peninggi BAdan dengan Magnet

6 05 2010

Meninggikan tubuh dianggap sebagai hal tak mudah dilakukan karena tulang tidak seperti lemak yang bisa berkurang atau bertambah. Jika orang ingin meninggikan tubuh jalan yang ditempuh adalah operasi ortopedis yang menyakitkan, mahal dan lama.

terapi magnet

Operasi pembedahan untuk tinggi badan biasanya dilakukan dengan cara tulang dipatahkan dan ditarik agar terpisah. Nah, ruang kosong setelah ditarik itu yang memicu pertumbuhan tulang baru.

Karena prosesnya menyakitkan banyak orang yang tidak mau. Kemudian muncullah teori magnet untuk meninggikan badan. Magnet dikenal sebagai suatu benda yang dapat menarik benda yang terbuat dari besi seperti paku, sendok, dan lainnya. Tak hanya itu, magnet ternyata juga memiliki fungsi lain, yaitu bisa dijadikan metode penambah tinggi badan.

Sebuah perangkat yang mengaktifkan magnet, teleskopik, dan kuku ortopedi intramedullary (IM) untuk memperpanjang tulang disebut dengan Orthogon. Perangkat Orthogon dapat digunakan untuk kompres atau memperpanjang tulang dengan meminimalkan rasa sakit.

Teknologi ini dirancang untuk pemulihan patah tulang dan pemanjangan anggota badan. Tak hanya cedera tulang serius, tetapi anggota badan yang tidak proporsional karena cacat lahir, kecelakaan atau sakit pun bisa dipulihkan.

Secara tradisional, kuku IM adalah batang inert dimasukkan ke sumsum tulang untuk menyelaraskan dan menstabilkan patah tulang paha dan tibia.

Sedangkan bagian magnet pada perangkat Orthogon terdapat pada mekanisme batang, sehingga kuku IM dapat dimanipulasi oleh kumparan magnet luar, memungkinkan untuk bergetar, kompres atau memanjangkan tulang.

Semua perangkat internal Orthogon menghindari komplikasi ini seperti pada pembedahan tulang. Setelah kuku IM diimplan, pasien dirawat setiap hari dengan meletakkan kaki mereka pada sebuah kumparan yang menghasilkan pulsa magnetik.

Gaya magnetik di dalam kuku IM diperkuat dengan cara mekanis, dalam langkah-langkah sebesar 0,5 mikron, hingga gaya difraksi di atas 100 k, yang membentuk jaringan kalus (jaringan kulit dan pucuk) fleksibel yang ditarik secara bertahap.

“Orthogon jauh melebihi yang lain dalam hal efektivitas, akurasi, durasi dan harga, dengan perawatan yang bisa dilakukan di rumah sakit, klinik dan di rumah pasien, tempat kerja atau bahkan saat berlibur,” kata Dr Mordechay Ilovich, CEO Orthogon/ http://www.lihatberita.com





Jenguk Sakit, Kuatkan Kekebalan Tubuh

1 05 2010

Orang biasanya jijik atau tidak tega melihat orang sakit. Tapi penelitian terbaru menyebutkan, menjenguk orang sakit menguatkan kekebalan tubuh

Kekebalan TubuhSuplemen multivitamin bukan satu-satunya cara meningkatkan kekebalan tubuh. Peneliti menemukan, melihat orang sakit saja bisa menguatkan kekebalan tubuh.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Psychological Science, Kamis (29/4), peneliti memperlihatkan dua rangkaian slide yang berbeda kepada partisipan, dalam dua hari yang berbeda pula. Hari pertama, peneliti menunjukkan rangkaian slide berisi gambar-gambar furnitur.

Sedang hari kedua, peneliti secara acak memperlihatkan dua slide. Slide pertama mengenai foto-foto orang dengan cacar, bersin, hidung meler, dan gejala penyakit lainnya. Sedang slide kedua menunjukkan orang-orang dengan senjata api.

Sebelum dan sesudah masing-masing slideshow, peneliti mengambil sampel darah partisipan. Peneliti kemudian menambahkan bakteri ke dalam sampel darah untuk melihat respon sistem imun.

Hasil menunjukkan, partisipan yang melihat slide orang-orang sakit memiliki respon sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat dibandingkan partisipan yang melihat gambar lelaki yang mengarahkan senjata ke arah mereka.

Respon sistem imun yang kuat setelah melihat orang-orang sakit ini, terang peneliti dari University of British Columbia, merupakan adaptasi evolusi.

“Sistem kekebalan tubuh membutuhkan banyak energi dan sumber daya melawan infeksi,” kata Schaller.

“Ini persis seperti mesin mobil. Jika mesin mobil terus-menerus bertambah kecepatannya,  pada level tertentu  akan gagal,“ tambah Schaller.

“Kelihatannya, sistem imun merespon lebih agresif saat Anda mengadakan kontak dengan sesuatu yang kemungkinan akan membuat Anda sakit,” terang penulis studi Mark Schaller, seperti dikutip situs healthday.com.

Dr Earl Brown, virologist dan profesor di biokimia, mikro-biologi, di Departemen Immunology Fakultas Kedokteran Universitas Ottawa, mengatakan, kesimpulan studi penting karena menolong ilmuwan melihat  bagaimana  suasana pikiran mempengaruhi fisiologi./www.hidayatullah.com]