Diknas Siapkan UN Kredibel

14 12 2009

UN2010

Ujian Nasional (UN) merupakan momok “KEJAM” bagi sebagian besar Siswa di Indonesia. Bahkan ada wacana Akan dihapuskan di tahun-tahun mendatang.

Jakarta, – Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh dan didampingi para eselon satu mengadakan Rapat Kerja…

(raker) dengan Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di ruang rapat GBHN, gedung Nusantara V, Jakarta, Rabu(02/12) siang.

Menyusul pernyataaan Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan kalau MA tidak pernah melarang pelaksanaan Ujian Nasional (UN), Depdiknas akan menyiapkan pelaksanaan UN yang kredibel.

Dalam sambutannya, Mendiknas mengatakan, “Pemerintah tidak dalam kapasitas menolak keputusan MA,tapi karena tidak ada satu kata pun baik dalam keputusan pengadilan negeri, pengadilan tinggi maupun MA yang menyatakan UN dilarang atau tidak diperbolehkan, sehingga UN tetap akan dijalankan pada tahun 2010 nanti, dan ”Depdiknas justru akan taat dan patuh terhadap hukum dan kewenangan MA, “katanya.

Ihwal UN yang menjadi “momok” karena membuat siswa stres, mendiknas mengatakan ujian, apapun namanya, memang bikin stres. “Yang penting kita latih anak-anak me-manage stresnya,” tambah mendiknas.

Dikatakan Mendiknas, UN yang akan dijalankan tahun 2010 akan berbeda dari pelaksanaan tahun sebelumnya. Yang paling signifikan adalah adanya UN ulangan bagi peserta didik yang dinyatakan belum memenuhi syarat, selain UN susulan bagi peserta didik yang berhalangan  saat UN utama digelar.

“UN ulangan ini adalah salah satu jalan keluar bagi peserta didik yang menempuh pendidikan formal untuk mendapatkan ijazah yang formal juga. Kalau sebelumnya mereka menempuh ujian kesetaraan, maka tahun ini mereka bisa mengikuti UN ulangan, ”katanya.

Mendiknas mengakui, UN memang bukan satu-satunya untuk menentukan kelulusan peserta didik. Hasil antara lain digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk pemetaan mutu satuan dan atau program pendidikan; seleksi  masuk jenjang pendidikan berikutnya; penentuan kelulusan peserta didik dari program dan atau satuan pendidikan; dan pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.

“Atas dasar itu, maka memperdebatkan pelaksanaan UN dalam ranah perlu atau tidak untuk dilakukan adalah menjadi bias. Apalagi diketahui masing-masing pendapat itu memiliki argumentasi yang sama kuat. Tentu terus-menerus  memperdebatkan UN perlu atau tidak adalah pekerjaan yang hanya akan dapat menghabiskan waktu, karena itu yang perlu dipikirkan adalah bagaimana menciptakan UN yang kredibel atau dapat dipercaya dengan melakukan perbaikan atau penyempurnaan di sana-sini dari pelaksanaan sebelumnya yang dianggap belum sempurna,” ujarnya. (ALI)


Aksi

Information

7 responses

15 12 2009
Saung Web

heran juga tuh diknas kok maksa aja ya.. padahal sebagian besar masyarakat mengharapkan UN itu ditiadakan.. kan lebih baik duit proyek untuk itu dipakai yang lain yg lebih bermanfaat.. hehe ini kata orang awam lho

15 12 2009
karim

sistm pnnddkn kita gini.. mdah2n bs d rbah nnti..brjuang

17 12 2009
kishandono

untung saya dah kerja

18 12 2009
Wong Jalur

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tibalah kita di tahun baru.
Wong Jalur mengucapkan selamat Tahun Baru 1 Muharram 1431H.
Mari kita berhusabah, dan menghadapi tahun baru ini dengan senyuman dan penuh OPTIMIS.
Kita realisasikan mimpi dan cita-cita kita, serta kita perbaiki kekurangan-kekurangan di tahun lalu.
Salam Hangat selalu dari Banyuasin, SumSel.
Muhammad Ni’am.

18 12 2009
NgeBlogViaPONSEL

Tapi menurutku seh, emang UN kurang bagus, so kualitas masing2 pendidikan berbeda. Misal Jakarta sama di pedalaman Papua. ? Kalau soalnya sama = ? ? Pikir sendiri ajah. Oh ya salam kenal yah ?

19 12 2009
ismail

UN ttap baik, namun standrX perlu d sesuaikn n d stndarkn sebaik mngkn, brtahp d stbdr provnsi dn ketika mulai sinergi barulah tar nasional…. sistemnya prlu d bnahi sja

21 12 2009
mascipul

jg tdknya UN thn ini, semoga tetap bisa melahirkan generasi baru yg lbh baik…. slm knl




%d blogger menyukai ini: