Negri ini terancam Krisis di Mana-mana

30 11 2009

krisis

Dunia kembali tersentak dengan kasus gagal bayar (default) yang dihadapi perusahaan Uni Emirat Arab, Dubai World. Tidak tanggung-tanggung kewajiban yang harus dipenuhi perusahaan yang banyak bergerak di bidang properti itu mencapai 60 miliar dollar AS atau sekitar Rp 600 triliun.

Dengan beban sebesar itu pasti banyak investor yang akan terkena imbasnya. Sepanjang hari Jumat, pasar modal Asia langsung tergoncang. Indeks saham Hang Seng, Hongkong turun sebesar 5 persen.

Terungkapnya kesulitan keuangan yang dihadapi Dubai World menyadarkan kita bahwa ancaman krisis masih besar dan bisa terjadi di mana saja. Karena perputaran uang yang tidak mengenal batas negara, setiap terjadi kesulitan keuangan di satu negara dampaknya mengimbas ke seluruh dunia.

Untuk itu setidaknya ada dua hal yang harus diperhatikan masyarakat dunia. Pertama pentingnya untuk menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Upaya untuk mengembangkan perusahaan harus tetap disertai prinsip kehati-hatian.
Baca entri selengkapnya »

Iklan