Mempertahankan Wilayah Indonesia Mengembalikan Jati Diri Bangsa

28 08 2009

inaSetiap Makhluk memiliki karakter dan sifat,termasuk ketika kita ingin berbicara tentang Jati diri atau harga diri. Setiap dari kita, tentunya akan marah dan kecewa berat ketika harga diri atau jati diri kita direndahkan, bahkan di khianati. Pasti Kita semua sepakat dengan pernyataan tersebut. Yang aneh ketika jati diri kita di khianati bahkan dihina oleh seseorang kemudian kita hanya tenang-tenang saja. Begitu dalam rasa sakit hatiki dan marahnya kita ketika yang mengkhianati dan menghina jati diri adalah sahabat dekat kita. Coba bayangkan sobat Indonesia yang kritis dan cerdas??? Begitulah analogi yang pantas saya tuliskan dalam uraian kali ini. Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri ribuan pulau. Dari sekian banyak pulau yang membentang di seluruh wilayah indonesia, hanya ada beberapa yang terkenal. Namun semua pulau tersebut memiliki potensi yang kurang lebih sama kualitasnya. Tergantung keadilan pemimpin yang mengelolanya.

Seperti manusia , Indonesia juga memilki jati diri sebagai bangsa . Indonesia memiliki pancasila sebagai asas kenegaraan bukan negara kapitalis dan liberal. Sungguh aneh ketika ideologinya Pancasila yang merupakan warisan leluhur , kemdian prakteknya kapitalis dan liberal. Sungguh menyakitkan saya kira. Dalam sebuah koran online http://www.detikinet.com/read/2009/08/26/113156/1189895/398/lagi-3-pulau-indonesia-dijual-di-internet, di tuliskan bahwa ada 3 pulau kita dijuala lewat internet, yaitu Pulau Makaroni, Pulau Siloinak dan Pulau Kandui yang semuanya terletak di Kepulauan Mentawai. Penjualan 3 pulau itu diiklankan di situs privateislandonline.com dengan judul ‘Islands for Sale in Indonesia’. Dalam iklan di situs itu, masing-masing pulau tersebut dijual dengan harga yang bervariasi. Pulau Makaroni yang memiliki luas 14 hektar dihargau US$ 4 juta, Pulau Silionak yang memiliki luas 24 hektar dibandrol US$ 1,6 juta dan Pulau Kandui yang memiliki luas 26 hektar dihargai US$ 8 juta. Pada tahun 2007 lalu juga sempat heboh dengan dijualnya dua pulau yakni Pulau Panjang dan Meriam Besar yang dijual oleh Karangasem Property melalui situs http://www.karangasemproperty.com. Belum lagi Budaya Indonesia yang di klaim-klaim Malaysia.

Nah sekarang mana kemandirian kita sebagai bangsa, pemimpin kita menjual aset negara dengan entengnya tanpa negoisasi dan imbauan terlebih dahulu. Begitu perih luka yang tergores di hati kita bersama akibat peristiwa ini. Jika ada di antara kita yang sempat membaca tulisan ini kemudian tidak tergugah, sungguh dipertanyakan daya nasionalisnya sebagai rakyat, di mana selama ini kita gembor-gemborkan nasionalisme dan kemandirian, namun apa? Tidak terealisasi, hanya sekedar slogan belaka. Kita bisa rasakan bagimana perasaan saudara-saudara kita yang tinggal disekitar wilayah tersebut, mereka ibarat tamu di daerahnya sendiri, mereka tidak bebas mengakses daerahnya pasca penjualan pulau-pulau tersebut. Olehnya itu, marilah kita jadikan ini sebagai pelajaran dan peringatan bagi semua pihak terutma pemerintah, Mandirilah, pertahanka Jati Diri bangsa walaupun dunia telah modern dengan berusaha mempertahankan wilayah kesatuan Republik Indonesia. Tiada cara lain untuk mempertahankannya dengan cara penanaman pemahaman Kenegaraan,  Persatuan dan Kesatuan, menjadikan setiap kebijakan berasas kemandirian, hilangkan rasa tergantung pada negara Asing, Yakin Pada kemampuan, dan Pasti Bisa.


Aksi

Information

6 responses

30 08 2009
alim

seklian jual smua biar bsa d usir d negri sndiri

30 08 2009
attayaya

aset Indonesia kok pada dijual seh?
terlalu komersil mo cari untung terus

31 08 2009
smile

itulah pnghianat bangsa yg real, DEMO itu, kurang ajar para elit..

1 09 2009
hendy

benar bro indonesia harus bisa mempertahankan wilayahnya dari sabang sampai merauke

1 09 2009
ali

kita harus punya jati diri

2 09 2009
Mis

Indonesia merupakan negara yang luas akan wilayah maupun perairanya kaya akan sumber daya alamnya, kaya akan kebudayaan, kaya akan flora & faunanya, pemerintah harus serius Khususnya Departemen Dalam Negeri dan Departemen yang terkait, tidak ada penjualan pulau di indonesia serta pengklaiman kebudayaan, kita tahu ini semua adalah propagnda yang dilakukan oleh pihak ketiga, kita kasihan dengan masyarakat yang mudah menerima opini tanpa ada penjelasan yang konkrit. mudah-mudahan pemerintah lebih memperhatikan hal ini demi mempertahankan wilayah NKRI serta mengembalikan jati diri Bangsa…




%d blogger menyukai ini: