Mengapa Hujan Jatuh dalam Bentuk Tetesan?

28 07 2009

hujanUap air tidak terlihat, namu merupakan yang selalu ada di udara di sekeliling Bumi. Apabila awan terbntuk, mungkin tampaknya seolah sebagian dari air melompat dari persembunyiannya. Uap air berkumpul dalam titik-titik air jikalau terdapat partikel-partikel di udara untuk ditempeli. Di atas samudera misalnya, uap air dapat menyerap ke dalam partikel garam, membentuk titik-titik air.Atau apabila suhu turun ke-O derajat atau lebih rendah, air dapat membeku di sekeliling debu, lalu tertiup ke langit oleh angin. Dari debu biasa terbentuk kristal es. Serpihan lain di udara, seperti asap, juga dapat menyediakan benih untuk berkumpulnya awan air.

Ahli metereologi berkata bahwa ada beberapa cara titik-titik air dapat berkembang dan menjadi hujan. Bagaimana terbentuknya butiran air hujan tergantung pada jatuhnya dari awan seperti apa- awan hangat atau awan dingin. Awan hangat terbentuk dari titik-titik air kecil di udara. Titik-titik air yang jatuh dari awan ini biasanya menguap sebelum sampai ke tanah. Tetapi kadang-kadang cukup besar untuk menciprati kita dengan hujan gerimis.

Ada dua cara air hujan terbentuk dalam awan hangat. Pertama: Saat titik air kecil jatuh ke dalam awan, itu bertabrakan dengan titik-titik lainnya dan bergabung, membentuk tetesan yang lebih besar. Tetesan yang lebih besar ini dapat menabrak dan mengumpulkan lebih banyak titik air dalam perjalannya turun. Segera saja, itu menjadi butiran-butiran air besar berjatuhan. Kedua: Awan hangat berkembang adalah apabila titik-titik air kecil membonceng dibelakang tetesan yang sedang jatuh, membuatnya lebih besar. Bagaimana caranya???  Seorang Metereolog menyarankan untuk membayangkan mobil yang melaju di jalan  berdebu. Udara berhembus kencang di sekeliling mobil dan melemparkan tanah ke jendela belakang, yang segera saja di penuhi lapisan tebal debu tanah. Butiran air yang jatuh menembus awan seperti mobil itu, dan titik-titik air di sekeliling seperti debu. Udara yang berembus ke atas dan sekeliling butiran air. Tetesan hujan mengumpulkan lebih banyak air di punggungnya, makin lama makin berat. Kadang-kadang menjadi begitu berat sampai jatuh di awan dan menetes ke tanah.


Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: