Gerhana Matahari Abad 21

23 07 2009

gerhana abad 21SHANGHAI — Jutaan orang di Benua Asia, Rabu 22 Juli  bisa menyaksikan gerhana matahari secara total. Fenomena alam itu berlangsung pagi hingga menjelang siang. Gerhana matahari kali ini bakal menjadi yang terlama pada abad ke-21 ini.

Fenomena tersebut bakal terlihat jelas di India dan China. Seluruh Kota Shanghai di China dan pulau-pulau di selatan Jepang akan gelap total sekitar lima menit.

Gerhana kali ini berlangsung enam menit 39 detik pada titik maksimum atau diprediksi terlama dalam satu abad terakhir. Gerhana matahari total sebelumnya yang terjadi Agustus 2008, hanya berlangsung dua menit 27 detik.

Tak heran bila para fotografer, pengamat amatir, dan tim ilmuwan berbondong-bondong ke China dan India untuk menyaksikan fenomena tersebut. Para astronom juga berharap, gerhana tersebut akan mengungkap sejumlah petunjuk mengenai matahari.

Gerhana  terlihat kali pertama di Teluk Khambhat, utara Kota Mumbai, India, subuh . Selanjutnya, gerhana bergerak ke timur India, Nepal, Myanmar, Bangladesh, Bhutan, dan China sebelum akhirnya mencapai wilayah Pasifik. Gerhana juga akan melintasi pulau-pulau selatan Jepang dan terlihat paling jauh dari daratan Pulau Nikumaroro di Kiribati, Pasifik Selatan.

Selain itu, gerhana parsial  terlihat di banyak negara Asia. Termasuk wilayah Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Di Indonesia, gerhana parsial tersebut diperkirakan terjadi pukul 08.30. Itu terutama terlihat di Jawa dan Sumatera. Selanjutnya, gerhana akan terlihat di wilayah lain Indonesia hingga pukul 10.00.

Bagi para astronom, gerhana total itu akan menjadi peluang untuk memandangi langsung korona (cincin) matahari dalam waktu relatif lama. Benda yang menyerupai cincin putih itu berjarak 1 juta kilometer dari permukaan matahari.

“Suhu korona mencapai 2 juta derajat. Tapi, kami tidak tahu mengapa begitu panas,” ujar Lucie Green dari University College, London. “Yang akan kami lihat adalah gelombang di korona. Gelombang itu mungkin memproduksi energi yang ikut memanaskan korona,” lanjut Green.

Para ilmuwan berharap bahwa gerhana nanti memberikan petunjuk atas kobaran api dan struktur-struktur lain matahari. “Juga menjelaskan mengapa kobaran api tersebut bisa meletus,” kata Alphonse Sterling, ilmuwan astrofisika dari NASA.

Manusia telah merekam gerhana matahari selama 4 ribu tahun. “Kami harus menunggu beberapa ratus tahun untuk mendapatkan kesempatan lain mengamati gerhana matahari yang berlangsung selama ini. Jadi, ini kesempatan yang langka sangat spesial,” tutur Shao Zhenyi, astronom di Shanghai Astronomical Observatory. (ap/afp)(fajar,Koran lokal Sul sel)


Aksi

Information




%d blogger menyukai ini: