Pendaftaran CPNS 2009 Sul Sel Bulan September-Oktober

15 07 2009

Menpan: 2009 Pemerintah Buka Penerimaan 300.000 CPNS

Menteri Negara PemberdayaPendidikanan Aparatur Negara (Menpan) Republik Indonesia Taufiq Effendi menyatakan pemerintah segera membuka penerimaan 300.000 kursi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari seluruh Indonesia pada tahun 2009 ini.

(http://www.menkokesra.go.id)

Jakarta, Tribun – Pemerintah pusat membagikan formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) kepada semua instansi pemerintah, baik di tingkat pusat maupun di level pemerintah daerah (pemda).

Pembagian tersebut berlangsung pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pengadaan PNS Tahun 2009, di Jakarta, Selasa (14/7). Khusus Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) mendapat jatah 513 formasi CPNS 2009.
Rinciannya, dari pelamar umum akan tersedia 20 kursi untuk tenaga guru, 187 kursi untuk tenaga kesehatan, dan 118 kursi untuk tenaga teknis. Sementara jalur honorer (PTT) menyediakan 178 posisi.
“Setelah penetapan besaran formasi selanjutnya daerah membuat rincian dan penempatan masing-masing. Selanjutnya rincian usulan formasi kembali diusulkan ke menpan untuk disetujui,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel Andi Murni Situru, tadi malam.
Sementara Kepala BKD Makassar Sittiara yang dihubungi terpisah mengaku sudah mengantongi formasi CPNS Kota Makassar untuk tahun 2009.
Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menngeg PAN), Taufiq Effendi, menjelaskan, pengadaan PNS tahun ini dilaksanakan melalui tiga jalur yakni honorer, sekretaris desa (sekdes), dan pelamar umum.
Untuk tenaga honorer, tahun 2009 ini akan disediakan formasi sebanyak 78.576. Jumlah itu merupakan pemenuhan penyelesaian tenaga honorer yang telah diangkat sejak tahun 2005 – 2008, yang jumlahnya sudah mencapai 837.312. “Masalah tenaga honorer selesai tahun 2009 ini,” ujarnya.

September-Oktober
Murni menjelaskan setelah penetapan menpan, BKD akan mengumumkan untuk proses pendaftaran dan pelaksanaan ujian bagi CPNS.
Murni memperkirakan rincian formasi sudah akan dibawa dan diproses ke menpan minggu ketiga Juli. Persetujuan rincian formasi dari menpan diperkirakan turun Agustus mendatang sehingga pelaksanaan pendaftaran dan tes tertulis diperkirakan berlangsung September-Oktober mendatang.
“Pelaksanaan seleksi harus serentak untuk satu provinsi. Penerimaan di daerah tetap harus dikoordinasikan ke provinsi,” tambahnya.
SMA
Murni menjelaskan tidak menutup kemungkinan pihaknya masih akan mengusulkan penerimaan untuk formasi jenjang pendidikan sekolah menengah atas (SMA).
“Rata-rata pemerintah daerah memang masih membutuhkan tenaga untuk pegawai golongan dua untuk SMA. Pejabat untuk golongan tersebut masih sangat kurang. Jadi masih ada kemungkinan akan kita usulkan dalam rincian formasi nantinya,” jelasnya.
Dalam rapat koordinasi (rakor) tersebut menetapkan minimal jenjang pendidikan yang bisa diakomodir dalam penerimaan tahun ini adalah D2.
Sedangkan untuk penerimaan jenjang pendidikan strata satu (S1) harus dari perguruan tinggi (PT) yang terakreditasi dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,00.
Usulan Formasi
Jumlah formasi CPNS pemprov meningkat dibanding tahun 2008 lalu sebanyak 134 orang terdiri dari tenaga kesehatan sebanyak 89 orang, tenaga teknis 30 orang, dan atlet berprestasi 15 orang.
Untuk tahun ini, pemprov mengajukan usulan formasi ke BKN pusat mencapai 722 pegawai. Sekitar 552 orang di antaranya merupakan tenaga medis seperti perawat dan dokter ahli.
Sementara sisanya adalah tenaga teknis yang merupakan lulusan SMK yang berasal dari semua jurusan dan madrasah aliyah.

Menurut menneg PAN, untuk jalur pelamar umum, secara nasional diprioritaskan untuk memenuhi kekurangan tenaga kependidikan, kesehatan, dan tenaga teknis yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja dengan maksud mengurangi kemiskinan dan pengangguran.
Tenaga dimaksud antara lain penyuluh pertanian, penyuluh KB, tenaga penegakan hukum (jaksa dan hakim), tenaga  teknis dalam rangka memenuhi standar internasional, dan instruktur pelatihan.
“Selain itu juga untuk memenuhi kebutuhan pegawai pada daerah-daerah pemekaran dan perbatasan,” tambah
menneg PAN.
Dia menekankan agar proses pengadaan PNS dilakukan dengan benar sehingga jumlah dan komposisi di masing-masing unit kerja dapat sesuai dengan kebutuhan untuk mewujudkan visi, misi, dan tujuan organiasi secara efisien dan efektif.
Untuk mewujudkan hal itu, maka usulan formasi harus didasarkan pada analisis kebutuhan riil organisasi dan beban kerja serta analisis kekuatan riil pegawai.
Selain itu, pelaksanaan pengadaan PNS harus berdasarkan prinsip transparansi, obyektif, tidak diskriminatif, dan akuntabel guna mendapatkan PNS yang kompeten sesuai tugas-tugas jabatan.
“Dalam menjaring putra-putri terbaik bangsa agar melalui iklan secara luas, dan pelaksanaannya tepat waktu sesuai siklus anggaran,” kata Taufiq.
Dia juga menekankan agar instansi pemerintah membangun sistem pengolahan formasi dengan menggunakan teknologi informasi berupa aplikasi database formasi yang dapat mempercepat proses usulan sehingga dapat mewujudkan kecepatan dalam pengolahan  formasi sebagai usul dapat segera disampaikan.
Sesuai dengan amanat Peraruran Pemerintah (PP) No 48/2005 jo PP No 43/2007 dan PP No 45/2007, menpan menegaskan perlunya segera diselesaikan pemberkasan terhadap tenaga honorer dan sekdes yang belum diselesaikan pada tahun 2009.
Sementara itu, Deputi SDM Aparatur Menpan, Ramli E. Naibaho, mengatakan, pengadaan CPNS harus tetap dilaksanakan berdasarkan prinsip transparansi, yakni diumumkan secara luas melalui media massa.
Selain itu juga tidak diskriminatif, yaitu tidak membedakan suku, agama, asal, ras dan lainnya. Juga harus obyektif, di mana hasil ujian diolah dengan komputer tanpa internvensi manusia, dan diselenggarakan bekerjasama dnegan perguruan tinggi negeri.(axa/rip/ba)


Aksi

Information

One response

18 07 2009
alim

lbh cpat lbh baek…. mudah2 kita semua lulus thn ini… amiinnnnn




%d blogger menyukai ini: