Tiga Penemuan Aneh Terbaru !

16 06 2011

Sains memberi kita pengetahuan dan pemahaman, yang mana menimbulkan kekuatan. Di sisi lain, agama membekali manusia dengan makna supaya menjadi bijaksana, yang kemudian menumbuhkan pengendalian. Itu tadi tafsir seadanya dari kutipan Martin Luther King,Jr buat basa-basi. Berikut ini adalah 3 penemuan-penemuan yang paling menarik perhatian publik sepanjang 2010 menurut situs National Geographic.

  1. Gempa Chile

    gempa-chile

    Gempa di Chile Februari 2010 lalu konon begitu kuat sampai bisa menggeser poros bumi serta memperpendek siklus hari. Gempa berkekuatan 8,8 SR yang mempercepat rotasi bumi itu adalah kelima terkuat dan berhasil memperpendek hari di Bumi sebesar seper 1,26 juta detik. Angka ini didapat dari perhitungan komputer oleh ahli geofisika dari NASA, Richard Gross. Baca entri selengkapnya »





Komputer Gulung ! (Canggih Ya)

16 06 2011

Tampaknya di masa mendatang kemajuan teknologi di bidang komputasi bakal membuat mulut menganga. Setelah Pranav Mistry sang jenius dari India menciptakan Teknologi Indera Keenam, sekarang dengan Sistem Kabel Terintegrasi dapat ditampilkan manipulasi layar komputer dengan sangat menakjubkan. Kita bisa menentukan ukuran dan bentuk layar semau kita, kapan pun dan di mana pun. Mau lihat film dalam layar kecil atau saat hendak presentasi yang membutuhkan layar lebar, kita tinggal menyesuaikan panjang kabel dengan menyambungkannya, lalu membentuknya sesuai keinginan kita.

komputer gulung unil

Baca entri selengkapnya »





Sejarah Singkat Kalender Hijriah

6 12 2010

Khalifah Umar bin Khatab r.a. adalah orang yang pertama menggunakan kalender bulan kamariah berdasarkan peristiwa hijrah Nabi saw. dari Mekah ke Madinah. Beliau menjadikan peristiwa yang terjadi pada tahun 622 M. itu sebagai awal penanggalan dalam Islam.

kalender Hijriyah

Dalam penulisan tahun Hijrah tersebut, sudah biasa ditulis dengan (هـ) dalam bahasa Arab atau (A.H.) singkatan dari Anno Hegirea (sesudah hijrah) untuk bahasa-bahasa Eropah, sedangkan untuk bahasa Indonesia biasa ditulis dengan (H.). Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 1 Muharam, bertepatan dengan 16 Juli 622 M.

Kalender Hijriah (Islam) ini terdiri dari dua belas bulan, dengan urutan sbb.: (Muharam, Safar, Rabiulawal, Rabiulakhir, Jumadilawal, Jumadilakhir, Rajab, Syakban, Ramadan, Syawal, Zulkaidah dan Zulhijah)

Di antara hari-hari besar yang terdapat dalam kalender Hijriah (Islam) adalah; Tahun Baru Hijriah, tanggal 1 Muharam, Peringatan Israk Mikraj, tanggal 27 Rajab, Awal Bulan Suci Ramadan, Lailatulkadar, sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, Idul Fitri, tanggal 1 Syawal, Idul Adha, tanggal 10 Zulhijah dan Musim Haji, dari tanggal 8 s/d 13 Zulhijah.

Mengingat bahwa kalender hijriah dihitung berdasarkan rotasi bulan yang berlawanan dengan rotasi matahari, mengakibatkan bahwa semua hari-hari besar Islam, dapat terjadi pada musim-musim yang berbeda. Sebagai contoh, musim haji dan bulan puasa, bisa terjadi pada musim dingin atau pada musim panas.

Yang perlu diperhatikan adalah :

* Hari-hari besar Islam tidak akan terjadi persis dengan musim kejadiannya, kecuali sekali dalam 33 tahun.

* Kita sering menemukan perbedaan antara beberapa kalender hijriah yang dicetak, perbedaan tersebut terjadi karena:
– Pertama, tidak ada standardisasi internasional tentang cara melihat anak bulan.
– Penggunaan cara penghitungan dan proses melihat bulan yang berbeda.
– Keadaan cuaca dan peralatan yang dipakai dalam melihat anak bulan.

Dari sini, maka tidak akan ditemukan adanya program penanggalan hijriah yang 100 persen benar, sehingga proses melihat anak bulan (rukyah) masih tetap relevan dalam penentuan hari besar seperti bulan puasa, Idul Fitri dan Idul Adha.

Diambil dari seksi Kementerian Urusan Keislaman, Wakaf, Dakwah dan Penyuluhan Kerajaan Saudi Arabia

 





Sistem Perbankan Islam Adalah Sistem “Anggukan”Universal, Penyelamat Sistem Ekonomi Dunia

5 07 2010

Istilah Anggukan Universal adalah istilah yang sering kita dengar dalam pembahasan ESQ 165 Pak ARy Ginanjar Agustian, yang merupakan manifestasi nilai-nilai universal, yang semua manusia mengakui dan tidakmungkin menolaknya.,seperti kejujuran, integritas, tanggung jawab, dll. Smua ini adlah sifat yang smua manusia snantiasa rndukan bgi orang-orang yang “dewasa”.

Seperti halnya sistem perbankan islam yang tercakup dalam sstem ekonomi islam, yang merupakan maslahat bagi smua manusia, bukan hanya muslim tapi non muslim pun dpat menikmatinya sebagaimana telah d contohkan ketika zaman peradaban islam TEGAK.

bank syariahku

Sistem ekonomi syariah sudah terbukti mampu membuat situasi moneter stabil dan iklim perdagangan menjadi lebih baik. Namun tantangan studi ekonomi syariah ke depan adalah menjadi pemikiran yang bersifat universal dan bukan sebatas untuk orang Islam saja.

Demikian diungkapkan Ketua Pusat Studi Ekonomi Syariah (PSES) Fakultas Ekonomi Universitas Pandjadjaran (FE Unpad) Prof .Dr. Nen Amran dalam pembukaan Seminar dan Lokakarya “History of Islamic Thought” (Sejarah Pemikiran Islam) di Aula MM Unpad, Bandung, Rabu (24/2).

“Seperti contohnya potensi zakat yang luar biasa besarnya. Zakat mampu membuat distribusi neraca menjadi merata jika dikelaola dengan baik. Dan, ini harus menjadi suatu teori. Jangan sampai ekonomi syariah yang diajarkan di Kampus hanya sebatas kumpulan doa-doa saja,” kata Nen.

Nen mengatakan ekonomi berbasis syariah bisa membuat ekonomi lebih stabil dari pada ekonomi konvensional yang selama ini dipakai. Sehingga pengembangan studi ekonomi syariah pun harus berbasis pengetahuan (science) juga. Untuk itu, pengembangan studi ekonomi syariah harus bisa mengidentifikasi dan merumuskan fenomena-fenomena yang terjadi, mampu membuat model atau kerangka teori yang mendasarinya, serta mampu mengatasi masalah serta pemecahannya di masa mendatang.

“Tantangan bagi orang kampus adalah bagaimana mentransformasikan pemikiran ekonomi Syariah itu menjadi science,” kata Nen.

Beberapa waktu lalu, Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Muliaman D. Hadad mengatakan Ekonomi syariah di Indonesia saat ini masih sangat simpel, bahkan perbankan syariah masih dijalankan secara elementer (dasar) dan sangat simpel. Muliaman mengakui bahwa kurangnya Sumber Daya Manusia merupakan salah satu faktor penghambat ekonomi syariah saat ini.

“SDM bank syariah saat ini sekitar 15 ribu. Dalam lima tahun ke depan masih butuh 40 ribu SDM,” kata Muliaman, beberapa waktu lalu.

Nen menjelaskan bahwa Seminar dan Lokakarya “Sejarah Pemikiran Islam” itu dimaksudkan guna menumbuhkan dan menanamkan motivasi dan dasar untuk semakin menggali pemikiran-pemikiran Islam. Seminar itu pun menghadirkan Assistant Profesor Dr. Syamsuddin Arif dari International Institute Thought and Civilizition, International Islamic University Malaysia (ISTAC IIUM Malaysia). Syamsuddin optimis melalui kajian seperti di pusat studi ekonomi syariah ini sedikit demi sedikit bisa membuka pengetahuan dan pentingnya penerapan ekonomi syariah.

“Masa kebangkitan Islam itu harus dimulai dengan banyaknya kajian-kajian tentang pemikiran Islam termasuk dalam kajian ekonomi syariah ini. Mudah-mudahan hal itu bisa menjadi bongkahan-bongkahan batu yang menyusun sebuah piramida,” kata Syamsuddin.

Di lasir pada salah satu media online yakni: www.suaramedia.com .. perbankan-islam-penyelamatan-pertama-ekonomi-azerbaijan Baca entri selengkapnya »





Koleksi Foto Indahnya Alam Semesta !

15 06 2010

supernova 1987A

komet

balack hole

Baca entri selengkapnya »





Jangan Sampai Bank Syariah Hanya Sekedar Label !

12 06 2010

Sudah dimaklumi bahwa bank konvensional berkembang bersama datangnya para kolonial. Kesamaan masa antara pendudukan kolonial dengan berdirinya bank-bank ini di masyarakat islam membenarkan pendapat bahwa bank-bank tersebut dibangun dengan sengaja agar membantu penjajahan dengan menguasai perekonomiannya. Juga agar tertanam dihati masyarakat adanya ketidak sesuaian antara yang mereka yakini tentang pengharaman riba dengan realita yang mereka geluti yang tidak lepas dari riba. Demikian juga dibangun untuk menancapkan benih-benih keraguan tentang benar dan cocoknya syari’at islam di masa-masa kiwari ini.

bank-syariah-ok

Namun Allah Ta’ala telah menjamin kebenaran syari’at-Nya dan memudahkan orang untuk berfikir ulang bahaya riba yang telah menimpa umat manusia dewasa ini. Akhirnya banyak orang yang berfikir untuk membangun bank-bank yang dibangun diatas sistem syari’at islam. Tentu saja tantangannya cukup berat karena harus meyakinkan masyarakat bahwa bank tersebut dapat menjadi solusi pengganti bank-bank ribawi. Karena itu perbankan syari’at harus mampu menunaikan hal-hal berikut ini:

  1. Bank syari’at harus mampu menunaikan semua fungsi yang telah dilakukan bank-bank ribawi berupa pembiayaan (Financing), memperlancar dan mempermudah urusan muamalaat, menarik dana-dana tabungan masyarakat, kliring dan transfer, masalah moneter dan sejenisnya dari praktek-praktek perbankan lainnya.
  2. Bank syari’at harus komitmen dengan hukum-hukum syari’at disertai kemampuan menunaikan tuntutan zaman dari sisi pengembangan ekonomi dalam semua aspeknya.
  3. Bank syari’at harus komitmen dengan asas dan prinsip dasar ekonomi yang benar yang sesuai dengan ideologi dan kaedah syari’at islam dan jangan sekedar menggunakan dasar-dasar teori ekonomi umum keuangan yang tentunya dibangun diatas dasar mu’amalah ribawiyah.

Merebaknya bank-bank syariah beberapa tahun terakhir ini merupakan sesuatu yang perlu d syukuri, namun d sisi lain patut d waspadai, jangan sampai hanya sekdar euforia, nilai syariah hilang dan berdampak pada sekedar label. Karena teori kadang beda dengan fakta di lapangn. Baca entri selengkapnya »





Peran Perbankan Syariah dalam Persaingan Perbankan Dunia

11 06 2010

Bank syariah khususnya di Indonesia ke depannya harus bisa memilki kekuatan tersendiri dalam menarik perhatian nasabah Indonesia dan masyarakat dunia, baik dari segi produk yang inovatif, profit margin kepada nasabah maupun bagi hasil yang bersaing. Untuk itulah, salah satu upaya bersaing dengan

NAbung YUk Di BAnk Syariah

bank asing perlu adanya strategi-strategi khusus bank syariah Indonesia untuk meningkatkan daya saing dan nantinya pangsa pasar akan lebih luas tidak hanya berkutat pada penduduk Indonesia yang mayoritas muslim.

Menurut Pak Ramzi A. Zuhdi Anggota Komite Perbankan Syariah, Direktur Direktorat Perbankan Syariah, Bank Indonesia, ada 5 program utama yang perlu dilakukan oleh bank syariah untuk dapat melakukan ekspansi pasar secara lebih luas.

1. Program Pencitraan Baru
Program pencitraan baru ini merupakan prioritas utama dalam memperluas pasar, sehingga perbankan syariah Indonesia memiliki citra baru yang bisa menarik semua golongan masyarakat tanpa terkecuali, yang menginginkan keuntungan kedua belah pihak (bank dan nasabah), dengan atribut yang lebih menekankan ke substansi/universal values sebagai atau kemanfaatan bagi semua. Bank syariah perlu  ditunjang oleh berbagai keunikan khas iB seperti: produk yang lebih beragam dengan skema lebih variatif, transparan-adil bagi bank dan nasabah, SDM yang kompeten dalam keuangan & beretika, IT system yg update & user friendly, serta fasilitas ahli investasi, keuangan dan syariah. Positioning dan diferensiasi tersebut perlu dilakukan untuk menampilkan branding baru iB sebagai Lebih dari sekedar bank.

2. Program Pengembangan Segmen Pasar
Dengan memahami profil segmen pasar yang dihadapi, tentunya bank syariah akan dapat merumuskan strategi pemasaran yang lebih tepat demi menjangkau pasar yang lebih luas. Pemetaan target market sebagaimana dimuat dalam Grand Strategy mengungkapkan, terdapat 5 segmen pasar berdasarkan orientasi perbankan dan profil psikografisnya: mereka yang sangat mengutamakan -ikutan, mereka yang mengutamakan benefit seperti kepraktisan transaksi dan kemudahan akses, mereka yang menggunakan bank syariah sebagai sarana pembayaran gaji dan transaksi bisnis, dan segmen mereka yang mengutamakan penggunaan jasa bank konvensional. Melalui riset pasar dalam Grand Strategy juga terungkap, bahwa pengguna perbankan syariah di Indonesia cenderung berprilaku pragmatis, Potret nasabah perbankan di Indonesia umumnya sudah memahami keunggulan masing-masing perbankan dimana perbankan konvensional unggul dalam jaringan yang luas dan memiliki fasilitas layanan yang handal dan luas. Di sisi lain, perbankan syariah, unggul karena karakteristik produk, sehingga mereka ingin menggunakan kedua jenis perbankan tersebut. Dengan kata lain, profil nasabah perbankan di Indonesia sesungguhnya didominasi oleh mereka yang mengutamakan benefit seperti kepraktisan transaksi dan kemudahan akses.
3. Program pengembangan produk.

syariah perlu terus melakukan inovasi produk dan dapat mengeksplorasi kekayaan skema keuangan yang variatif dan sekaligus bisa menunjukkan perbedaan dengan perbankan konvensional. Beberapa inisiatif yang dapat dilakukan oleh bank syariah, misalnya melalui mirroring produk dan jasa bank syariah internasional serta mendorong bank syariah milik asing untuk membawa produk-produk yang sukses di luar negeri ke Indonesia. Program ini menjadi keharusan agar keunikan perbankan syariah dibandingkan dengan perbankan konvensional lebih terlihat jelas.
4. Program peningkatan pelayanan.
Dari survey tingkat kepuasan nasabah, sebagaimana dimuat dalam Grand Strategy, terungkap bahwa kualitas layanan perbankan syariah lebih baik di core benefit yang ditawarkan. Sedangkan dilihat dari tingkat kepuasan terhadap pinjaman bank konvensional dan bank syariah, kualitas perbankan syariah lebih baik hampir di semua aspek. Dengan demikian, maka peningkatan kualitas layanan mesti terus dilakukan di area yang terkait keunikan maupun bersifat umum. Dengan mengadopsi konsep service excellency berdasarkan dimensi RATER (Reliability, Assurance, Tangible, Emphaty, Responsiveness).
5. Program komunikasi yang universal dan terbuka.
Berbagai upaya promosi dan komunikasi oleh bank syariah kepada masyarakat perlu mencermati spektrum peta segmen pasar yang ingin dijangkaunya, sehingga dapat menjaga citra baru perbankan syariah Indonesia yang modern, terbuka bagi semua segmen masyarakat (inklusif), dan melayani seluruh golongan msyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Berbagai program promosi perlu dilakukan dengan tetap mengacu kepada positioning iB sebagai perbankan yang saling menguntungkan kedua belah pihak (bank dan nasabah), dan mendukung branding iB sebagai lebih dari sekedar bank. Baca entri selengkapnya »





Mengapa Kita Merasa Gerah?

9 06 2010

Udara yang lembab membuat kita gerah. Karena kelembaban disebabkan oleh air, bukankah semestinya kita lebih merasa sejuk? Apa pasal pula kita mengandalkan AC untuk menyejukkan diri?

gerah

Kalau kita kepanasan, tubuh akan melepaskan air melalui pori-pori kulit untuk mendinginkan badan. Keringat di kulit kemudian menguap. Penguapan memerlukan panas. Panas itu disedot dari panas tubuh kita sendiri. Ketika panas tubuh merosot akibat penguapan, kita pun merasa lebih sejuk.

Ketika kelembapan udara semakin meningkat, laju penguapan pun merosot. Akibat penurunan laju penguapan, panas yang dikeluarkan untuk menguapkan keringat pun berkurang dan terhimpun di sekujur tubuh. Tak heran bila kita merasa gerah dengan situasi ini. Dirumuskan lain, kelembapan tidak meningkatkan suhu udara, melainkan menurunkan laju penguapan.

Kipas angin biasanya akan banyak menolong menyejukkan badan dalam kondisi udara yang relatif kurang lembab. Pada kondisi kelembapan tinggi dan udara yang panas, biasa AC menjadi andalan. Mesin ini tidak saja mengurangi suhu udara, melainkan juga kelembapan.





Renungan Untukmu Duhai Pemuda

1 06 2010

Suatu hari seorang sahabat saya pergi ke rumah orang jompo atau lebih terkenal dengan sebutan panti werdha bersama dengan teman-temannya di salah satu Tepat di Makasar. Kebiasaan ini mereka lakukan untuk lebih banyak mengenal bahwa akan lebih membahagiakan kalau kita bisa berbagi pada orang-orang yang kesepian dalam hidupnya.

Renungan

Ketika teman saya sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba mata teman saya tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil menatap kedepan dengan tatapan kosong.

Lalu sang teman mencoba mendekati opa itu dan mencoba mengajaknya berbicara. Perlahan tapi pasti sang opa akhirnya mau mengobrol dengannya sampai akhirnya si opa menceritakan kisah hidupnya.

Si opa memulai cerita tentang hidupnya sambil menghela napas panjang. Sejak masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang baik untuk keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya cintai. Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal dirumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus.

Demikian pula dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai keluar negeri dengan Biaya yang tidak pernah saya batasi. Akhirnya mereka semua berhasil dalam sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam berkeluarga.

Tibalah dimana kami sebagai orangtua merasa sudah saatnya pensiun dan menuai hasil panen kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia menemani saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena sakit yang sangat mendadak. Lalu sejak kematian istri saya tinggallah saya hanya dengan para pembantu kami karena anak-anak kami semua tidak ada yang mau menemani saya karena mereka sudah mempunyai rumah yang juga besar. Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saat saya memerlukan nya.

Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar melalui telepon. Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan kalau dia akan menjual rumah karena selain tidak effisien juga toh saya dapat ikut tinggal dengannya. Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya karena toh saya juga tidak memerlukan rumah besar lagi tapi tanpa ada orang-orang yang saya kasihi di dalamnya. Setelah itu saya ikut dengan anak saya yang sulung.

Baca entri selengkapnya »





Aku adalah diriku yang Sukses

1 06 2010

aku

Di dalam proses kehidupan kita sebagai manusia, lebih-lebih bagi kita yang hidup di masyarakat luas dan yang sedang berjuang keras dalam menciptakan kualitas kehidupan yang lebih baik, sering kali dalam berhubungan dengan orang lain,kita menemui baik atau buruk dari perlakuan orang lain terhadap diri kita,sebaliknya kita terhadap orang lain, atau kita terhadap diri kita sendiri dan mereka terhadap mereka sendiri. Sikap-sikap demikian adalah hal yang sangat wajar dan alamiah sekali yang dapat terjadi pada hubungan antar munusia bagi siapa saja, kapan dan dimanapun kita berada.

Namun bila kita sadar sebagai manusia yang mempunyai pikiran sehat, yang dapat membedakan sikap mana yang baik dan buruk , mana yang positif dan negatif, mana yang konstruktif, dan destruktif, sikap mana yang bisa menyinggung , menyakiti dan sikap mana yang bisa menyenangkan orang lain,mana yang perlu dipertahankan, dipelihara dan dikembangkan terus menerus.

Sebagai manusia yang dapat mengerti, menyadari dan dapat berpikir jernih,jelas kita harus bisa memilih dan berani menentukan sikap, dengan segenap tenaga, waktu dan pikiran untuk tetap mengembangkan diri semaksimal yang dapat dilakukan dalam garis prinsip yang lebih baik dan positif.

Sepantasnya pula setiap saat untuk menyadari dan mengingatkan kita agar tetap tegar, berani, sabar dan ulet dalam menghadapi setiap problem, rintangan, kesulitan yang muncul, baik yang datang dari luar diri kita (external) , lebih-lebih yang datang dari dalam diri kita sendiri (internal). Kita harus mempunyai prinsip yang kuat dan mempunyai ketegasan terhadap diri sendiri.

Manusia itu sudah ditakdirkan untuk menjadi berbeda-beda bahkan pada anak kembar sekalipun. Jadi jangan pernah sekalipun berikap latah meniru-niru apa yang dilakukan orang lain untuk mencapai kesuksesan.

Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk menjadi yang terbaik. Cara pertama adalah dengan menjatuhkan semua orang yang lebih baik dari kita, sehingga pada akhirnya kita menjadi yang terbaik. Cara kedua adalah dengan meningkatkan kualitas diri kita, sehingga kita bisa naik tingkat dan melebihi orang-orang yang lebih baik dari kita, dan pada akhirnya menjadi yang terbaik juga.

Cara mana yang kita pilih?

Ada sebagian orang yang tidak suka ketika melihat orang sukses, orang yang lebih baik dari diri mereka. Mereka merasa iri kepada orang-orang sukses tersebut. Mereka akan menjelekkan orang-orang sukses tersebut dan banyak membuat alasan untuk membenarkan diri mereka. Ada dua respon dari orang-orang dengan tipe ini. Respon pertama adalah mereka tidak akan pernah mau menjadi orang sukses (karena mereka tidak mau dipandang jelek… Ingat, mereka mengidentikkan sukses dengan sesuatu yang jelek). Respon kedua adalah mereka akan memilih cara pertama untuk mencapai sukses. Mereka akan berusaha untuk menjatuhkan sebanyak mungkin orang dan mendapatkan kepuasan dari kegagalan orang lain.

Sementara itu, ada pula sebagian orang lain yang menjadi terinspirasi ketika melihat orang sukses. Mereka akan belajar dari orang-orang sukses tersebut. Mereka termotivasi untuk terus mengembangkan diri mereka agar mereka dapat menjadi yang terbaik. Mereka adalah orang-orang yang memilih cara kedua untuk mencapai sukses.

Baca entri selengkapnya »





Mari Kita Sosialisasikan Bank Syariah!

28 05 2010

Kita akui bahwa Bank Syariah dinegri ini belum sepopuler bank konvensional. Hal ini terkait dengan tingkat profesionalisme bankir dan pengetahuan masyarakat itu sendiri, padahl manfaat dan maslahatnya sangat luar biasa, dunia akhirat. Makanya perlu menangglangi dan melakukan proses sosialisasi yang gencar dan aktif. Ini adalah salah satu gerakan dakwah juga akan kemaslahatn sistem ekonomi islam. Apalagi negeri ini mayoritas muslim, jadi perlu grakan penyadaran pemahaman.

bank syariah

Beberapa cara yang bisa di tempuh oleh setiap kita adalah:

  • idealnya sosialisasi perbankan syariah dilakukan sebanyak 5 juta kali dalam setahun. Asumsinya, jumlah masjid di Indonesia sekitar 600.000 buah. Jika dalam setahun hanya 1 kali sosialisasi di tiap masjid, maka dibutuhkan 600.000 kali sosialisasi.
  • Sosialisasi juga mutlak dilakukan berkali-kali dalam setahun kepada majlis ta’lim ibu-ibu yang tersebar di seluruh Indonesia. Ingat, hampir di setiap desa dan kelurahan terdapat majlis ta’lim ibu-ibu, jumlahnya ratusan ribu majlis ta’lim ibu-ibu.
  • sosialisasi terhadap pesantren yang jumlahnya mencapai 15.000. buah yang tersebar di Indonesia. Jika dalam setahun hanya dilakukan 1 kali kegiatan sosialisasi, maka dibutuhkan 15.000 kali sosialisasi. Sosialisasi juga harus dilakukan kepada seluruh seluruh Perguruan Tinggi, tidak saja kepada fakultas ekonomi dan fakultas syariah tetapi juga ke seluruh civitas akademika, biro rektor dan sebagainya.

Tidak hanya itu, perguruan tinggi islam yang tersebar di sluruh plosok negri, mesti mesti mencetak calon2 bankir yang handal dan memiliki integritas islam yang mantap .sehingga mampu menjadi bankir yang profesional d bidangnya agar tercipta suatu keseimbangan sistem d dalam perbankan syariah, di samping pelayanannya bagus tapi juga memliki integritas dan profesional dan bermanfaat bagi seluruh manusia.

Jika gerakan edukasi dan sosialisasi dilakukan secara optimal dan tepat, maka negeri ini akan di jamin aman dan sejahtera, terhindar dari riba. mari stiap kita mensosialisasikan bank syariah, agar mampu bangkit menjawab tantangan peradaban kapitalistik hari ini, bahwa islam juga mampu membangun peradaban.

http://ib-bloggercompetition.kompasiana.com/2010/05/25/mari-kita-sosialisasikan-bank-syariah/